2 Dasawarsa Anne Avantie: Damai Negriku

Selasa, 9 November 2010 merupakan satu dari sekian banyak malam spesial Anne Avantie. Pada malam itu, Anne menandai 20 tahunnya berkarya. Membawa tema Damai Negriku, Anne Avantie memamerkan 100 koleksi baru yang merupakan pembaruan dari rancangan-rancangan yang telah ia buat sejak tahun 1990 di Jakarta Convention Center.

Dengan 100 koleksi yang ia tawarkan, dan sebagian besar dibawakan oleh para figur publik, acara yang dijanjikan dimulai pukul 18.30 namun baru mulai sekitar pukul 20.30 itu terkesan seperti panggung konser karena hadirnya beberapa penyanyi, seperti Judika, Dewi Sandra, Vina Panduwinata, hingga Titiek Puspa. Ditambah dengan kelucuan beberapa artis, seperti Edrick, Ivan Gunawan, Shanty, perancang yang juga teman-teman Anne Avantie, seperti Taruna K. Kusmayadi dan Musa Widyatmodjo, serta pasangan selebritis, seperti Anjasmara-Dian Nitami, Teuku Zaky-Ilmira, Darius-Donna Agnesia, juga Titi Kamal-Christian, agak membuyarkan konsentrasi terhadap koleksi busana yang mereka kenakan.

Saking banyaknya tamu undangan, dan tempat duduk yang sangat jauh, sedikit sulit untuk berkonsentrasi melihat detail busana dari kreasi Anne. Namun, sebelum pagelaran, Anne sempat menceritakan mengenai koleksi yang ia akan suguhkan. Dalam 20 tahun berkarya, Anne mencoba banyak hal, dan tak sedikit pula rancangannya ditiru oleh desainer lain. Sehingga, menurutnya, hal itu menjadi kesuksesan tersendiri, karena ternyata rancangannya disenangi masyarakatn. Malam itu, ia ingin berhenti sebentar dan menoleh ke belakang akan apa-apa saja rancangan yang telah ia suguhkan kepada masyarakat dan mendapat sambutan hangat. Tak lupa, Anne juga memamerkan rancangan terbarunya dari batik lawas, Batiken yang diperagakan oleh artis-artis muda, seperti Titi Sjuman, Shanty, dan lainnya.

“Selama 20 tahun berkarya, saya tidak bisa menggambar sketsa atau berlatar belakang pendidikan fashion. Sejak awal, saya sudah mencoba membuat banyak jenis busana, tidak cuma membuat kebaya saja Saya juga pernah membuat ballgown, kostum, dan gaun malam. Image saya perancang kebaya kan baru-baru ini saja. Malam ini, saya ingin mengeluarkan rancangan apa saja yang pernah saya buat dan menjadi tren,” papar Anne sesaat sebelum pagelaran dimulai.

Dalam buku yang ia bagikan, ia menorehkan catatan-catatan yang berkaitan dengan perjalanannya selama 20 tahun dan suka dukanya. Sebanyak 100 koleksi dibawakan oleh 100 model, ia menghadirkan beragam siluet rancangan yang sempat tren pada masanya, antara lain;
* Kostum sri panggung (1989-1992)
* Gaun malam (1990-1995)
* Gaun malam pesta kombinasi batik (1992)
* Kebaya klasik (1993)
* Gaun ballgown etnik (1993-1996)
* Kebaya cheongsam organdi (1995)
* Kebaya lurik (1997)
* Kebaya asimetris (1998)
* Kebaya etnik kontemporer (2000-2010)
* Kebaya pengantin bridal etnik (2007)
* Kebaya modifikasi kemasan modern dipadu siluet jubah melayang (2009-2010)

Dalam koleksinya, ia membawakan beberapa jenis batik, mulai dari Batik Solo, Batik Pekalongan, Batik Lasem, Batik Semarang, dan Batik Cirebon. Dalam busananya, Anne banyak menggunakan paduan french lace, sutera alam, sifon, renda, serta tule.

Dalam penutupan peragaan, Anne menghadirkan mahakaryanya. “Biasanya para desainer akan membuat rancangan utamanya di awal pekerjaan, namun kali ini saya justru membuat rancangan utama paling terakhir. Saya mencoba membuat sebuah jubah yang terbuat dari kain-kain sisa. Jubah Dewi Sri ini merupakan sisa-sisa dari baju pertama dan terakhir yang saya buat. Maksud dari busana tersebut adalah sebagai pesan saya. Untuk menghargai yang tersisa, menyatukan yang berbeda, dengan sabar, cinta, dan harapan, akan menjadi suatu karya yang indah. Rancangan itu 100 persen kain percaya yang dijahit tangan,” jelas Anne.

sumber:kompas

Busana Muslim Indonesia Lebih Kreatif

Diakui oleh mantan Miss Malaysia, Dato’ Yasmin Yusuff, dan perancang busana muslim wanita asal Indonesia, Jenny Tjahjawati, desain busana muslim Indonesia lebih kreatif dan berani. Hal ini diungkapkan oleh keduanya kepada Kompas Female, hari ini, Jumat, 12 November 2010, seusai rangkaian sesi pertama peragaan busana dalam Islamic Fashion Festival 2010 yang berlangsung di Ballroom Hotel JW Marriott, Kuala Lumpur.

Di waktu terpisah, keduanya sepakat bahwa rancangan busana desainer Indonesia lebih kreatif dan berani. “Rancangan perancang Indonesia lebih berani memadupadankan detail. Sangat berani untuk menggunakan detail. Pays attention to details. Hal ini mungkin merefleksikan masyarakat Indonesia itu sendiri, yang artistik, kreatif, dan cultured,” urai Dato’ Yasmin Yusuff, yang juga berlaku sebagai pembawa acara beberapa sesi ajang ini, sambil bergantian mengenakan busana dari perancang yang berpartisipasi.

 

Senada dengan Dato’ Yasmin Yusuff, salah satu perancang Indonesia yang turut memamerkan busananya hari ini, Jeny Tjahyawati, mengatakan, “Cutting desainer Indonesia lebih berani dan lebih senang bereksperimen. Saya sendiri banyak bermain dengan draping serta permainan detail manik-manik dan payet.”

Keduanya juga sepakat bahwa garis rancangan pakaian muslim Malaysia lebih cenderung memilih busana kaftan, yang longgar, dan tak terlalu membentuk badan. “Sepertinya ini ada faktor keturunan juga. Orang Malaysia banyak yang datang dari keturunan Timur Tengah sehingga banyak suka kaftan, sementara di Indonesia lebih bercampur, dan seleranya juga percampuran,” terang Jeny yang membawakan koleksi bertema “Migration: Romantic Return”, sore ini.

 

“Menurut saya, mengapa orang Malaysia lebih memilih menggunakan pakaian model kaftan adalah karena budaya kami. Pakaian nasional kami, baju kurung dan kebaya cenderung, seperti itu, saya rasa. Karena itulah kami lebih banyak yang memilih pakaian muslim model itu. Bahan-bahan yang melayang, longgar, terasa lebih dingin karena cuaca di sini panas,” ucapnya.

“Sementara itu, perancang Indonesia lebih suka mendesain pakaian yang lebih pas tubuh dan ber-layer. Seperti salah satu busana dari perancang Indonesia yang saya kenakan beberapa hari lalu, yang terdiri dari setidaknya 5 layer, itu membuat saya berkeringat. Namun, busana Malaysia yang cenderung senang kaftan ini juga menurut saya kurang baik untuk kesehatan. Wanita yang senang mengenakan busana longgar cenderung cuek dengan bentuk tubuhnya karena ia tahu ia bisa menutupi tubuh membesar dengan busana lebar,” cerita Dato’ Yasmin Yusuff yang juga akan membawa acara gala dinner IFF yang rencananya akan dihadiri pula oleh HM Seri Paduka Baginda Raja Permaisuri Agong, HRH Tengku Puan Pahang, dan HRH Raja Puan Muda Perak di Ballroom JW Marriott, Kuala Lumpur.

sumber:kompas

 

“Indonesia Tak Cuma Punya Batik dan Songket”

 

 

 

 

Indonesia punya banyak kain indah. Seandainya kita mau melihat, budaya kita sangat kaya dan banyak yang bisa digali. Hal itulah yang menggerakkan, Stephanus Hamy, perancang lulusan Paris American Academy di Perancis untuk menciptakan busana-busana bernuansa kekinian dari bahan-bahan kain yang dibuat secara tradisional (disebut juga wastra dari bahasa Sansekerta) Indonesia.

Hamy, yang memiliki beberapa lini busana, seperti Stephanus Hamy, Stephanus Hamy Studio, Hamy Touch, dan Hamy Culture ini muncul beberapa kali dalam peragaan busana Jakarta Fashion Week (JFW) 2010/2011. Kali pertama, tanggal 8 November 2010, ia muncul bersama beberapa desainer yang turut terlibat dalam pengembangan tenun di Cita Tenun Indonesia (CTI). Dalam kesempatan tersebut ia menampilkan koleksi Swarna Dwipa yang merupakan busana-busana wanita bergaya elegan untuk busana kerja dan santai dari berbagai campuran bahan tenunan.

Kali kedua, Hamy memeragakan koleksinya secara tunggal di panggung JFW pada hari Kamis (11/11/2010). Ia membawakan koleksinya yang bertajuk Cerita Tenun dari Timur. Saat akan memulai pagelaran, Hamy bertutur bahwa ia sudah berkutat dengan tenun dari Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak 8 tahun lalu. Lewat rancangannya, ia ingin memperkenalkan bahwa tak semua tenun NTT itu tebal dan kaku yang sulit dikenakan. Masih banyak kain NTT yang bisa dijadikan busana menarik, modern, stylish, dan fashionable.

Dalam rancangan ini, Hamy bertutur, “Dalam koleksi ini terlihat ada banyak cara untuk mengolah kain tradisional. Bahkan bisa dipakai untuk para perampuan yang memerlukan busana smart casual. Maka, Anda akan bisa melihat busana blazer, jaket, dan rok semi formal yang terbuat dari wastra tenun NTT. Di sana memiliki kain yang bagus, lho, tetapi jarang diperkenalkan. Indonesia tak cuma punya kain batik dan songket. Saya membawa kain NTT ini ke Eropa, Amerika Serikat, Kanada, dan Jepang. Ketertarikannya sangat tinggi dan pemesanannya juga banyak.”

Di hari yang sama, Hamy hadir kembali bersama rekan-rekannya dari Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) dengan membawa koleksi bertajuk Gendongan. Di sini ia ingin membuktikan bahwa wastra Indonesia punya keunikan yang masih bisa digali. “Saya ingin membuktikan bahwa kain tradisional Indonesia itu sangat banyak. Saya membawa kain gendongan, kain yang biasa dipakai untuk menggendong sesuatu, yang merupakan kain dari Jawa Tengah, meski kaku dan keras, tetapi bisa mengakomodir mode global. Kain kaku dan keras semacam rami yang saya peragakan tadi tidak diolah, dan kain-kain ini bisa digunakan untuk menciptakan busana struktural yang sedang tren,” jelasnya.

Tahun ini, Hamy telah menerbitkan tiga buku yakni, Chic Mengolah Wastra Indonesia seri Tenun NTT, Wastra Bali, dan Batik Jawa Barat dan berencana akan mengeluarkan lagi tahun depan untuk wastra dari daerah-daerah lain di nusantara.

“Kain-kain tradisional Indonesia banyak yang bisa mengakomodir gaya mode yang bergejolak di Indonesia,” jelas Hamy. Namun, sayangnya, menurut Hamy, masih ada kendala terhadap konsistensi pengerjaan, baik itu kualitas dan kuantitas, khususnya perajin dari daerah-daerah timur Indonesia, meski di Jawa pun banyak yang juga seperti itu. Ia berharap ke depannya pihak-pihak kepemerintahan dan yang terkait bisa melihat peluang ini dan memeluk para perajin supaya mereka tidak terlupakan dan bisa dibina bersama agar memajukan ekonomi dan budaya Indonesia di mata dunia.

sumber:kompas

 

 

 

Ternyata Makan Petai Menyehatkan dan Berkhasiat

Lingkungan yang terpolusi, terutama yang berada di kota-kota besar, selalu dikaitkan dengan radikal bebas dimana senyawa radikal bebas ini adalah salah satu penyebab pemicu munculnya kanker. Berdasarkan penelitian biomolekuler tingkat sel bisa dibuktikan bahwa antioksidan lah yang dapat melindungi jaringan tubuh dari efek negatif radikal bebas tadi.

Berbicara mengenai antioksidan, hal ini bisa terbentuk baik dari dalam sel-sel tubuh kita sendiri (intraseluler), maupun yang terbentuk dari luar sel tubuh (ekstraseluler), yakni dari makanan. Nah, ada kalanya tubuh tidak mampu memproduksi sistem antioksidan dari dalam tubuh untuk menghadapi akibat dari polusi. Untuk itu para peneliti mencari beberapa senyawa alami yang terdapat di dalam tumbuh-tumbuhan. Dan hasilnya ternyata antioksidan dikandung oleh beberapa jenis sayuran dan buahan.

Contoh-contoh radikal bebas yang ada seperti Hidrogen peroksida, superoxide anion, dan hidroksil. Molekul tersebut dapat merusak jaringan tubuh dan bersifat sangat tidak stabil dan sangat reaktif. Namun seluruh molekul tersebut bertekuk lutut dan tidak berdaya bila berhadapan dengan antioksidan.

Hasil dari penelitan tadi disimpulkan bahwa tiga tumbuhan bahan pangan yang terbukti kaya akan kandungan antioksidan antara lain takokak (Solanum tarvum), petai (Parkia speciosa), dan daun muda jambu mete (Anacardium occidentale). Hal ini diperkuat lagi dimana dalam Medicinal Plants: Quality Herbal Products for Healthy Living (1999), Vimala S. dkk. menyatakan bahwa ketiga bahan yang ada di sekitar kita ini memiliki aktivitas pembersih super-oksida yang sangat tinggi lebih dari 70% !

Petai (Parkia speciosa)
Petai yang sering di makan adalah bijinya. Biji petai ini sangat ampuh dalam mengobati penyakit lever (hepatalgia), udema, radang ginjal (nefritis), diabetes, dan juga sebagai peluruh cacing (antelmintik). Pada daun petai mengandung zat yang dapat mengobati sakit kuning. Khasiat itu diduga berkaitan dengan kandungan alkaloidnya tadi yang bergabung dengan beberapa senyawa lain seperti belerang yang menyebabkan bau busuk khas petai.

Takokak (Solanum tarvum)
Buah muda takokak ini sangat tidak asing lagi bagi kita, terutama oleh masyarakat Sunda yang sering menjadikannya lalapan yang dimakan mentah maupun disayur matang. Bagi orang Jawa sering menyebutnya denga poka atau cepoka, cong belut, terongan, atau cokowana. Di wilayah Sumatra tekokak lebih dikenal dengan sebutan terong pipit. Nah, di dalam tekokak ini memiliki senyawa sterol carpesterol yang berfungsi sebagai antiradang. Dan yang mengejutkan lagi bahwa di dalam daging buah dan daun tanaman ini mengandung alkaloid steroid jenis solasodin 0,84% yang merupakan bahan baku hormon seks untuk kontrasepsi.

Daun Muda Jambu Mete (Anacardium occidentale).
Di beberapa daerah seperti Riau dan Jambi, daun muda jambu mete biasanya dimakan mentah sebagai lalap atau direbus sebagai pelengkap sayur. Sedangkan pada bagian lain dari tanaman ini juga dapat dimanfaatkan sebagai ramuan obat tradisional pembersih mulut, sakit kulit, dan obat pencahar.

Bila Anda tidak menyukai ketiga tanaman tadi, alternatif lain yang perlu Anda konsumsi sebagai sumber antioksidan adalah vitamin A, vitamin C, dan selenium. Vitamin A dikenal sebagai salah satu pembersih super-oksida di dalam selaput lendir kita. Konsumsi lah vitamin A secara teratur agar resiko menderita kanker paru-paru bisa terkurangi. Anda dapat mengambil vitamin ini dari sayuran dan buah-buahan berwarna merah atau kuning seperti dari wortel dan buah pepaya.

Selain vitamin A, Vitamin C juga berfungsi sebagai sumber antioksidan penting untuk melindungi sel-sel tubuh kita dan jaringannya dari perusak super-oksida. Vitamin ini bisa mempertinggi sistem kekebalan tubuh. Sumbernya tentu Anda sudah tahu yakni dari buah jeruk dan juga jambu biji.

Nah, mulai sekarang, Anda tidak perlu bingung lagi mencari sumber antioksidan bagi tubuh Anda. Dan bagi penggermar petai, berbanggalah! Kini Anda dapat menikmati “lezatnya” petai sambil mengantongi berbagai kandungan zat di dalamnya yang sangat berguna bagi tubuh Anda. Yang terpenting, sehabis makan jangan lupa bersiwak atau kumur-kumur dan gosok gigi ya….?

(sumber:artikel)

Bukti Teknologi Manusia Meniru Teknologi Ciptaan Tuhan

Dalam menemukan teknologi baru, manusia dan alam semesta selaku ciptaan Tuhan saling serasi. Kadang manusia yang lebih dulu menemukan suatu teknologi, tetapi ternyata alam sudah lebih dulu memakainya.

Kelihatannya dalam lomba ini, manusia yang menemukan suatu prinsip dalam teknologi, padahal sebenarnya sudah ada di alam karena Tuhan memang sudah menetapkan hukum atasnya demikian, sedangkan manusia belum lama memulainya. Umat manusia dengan berbagai penemuan baru terus berinovasi dan mempelajarinya dari alam. Contohnya roda bulat, roda diperlukan  untuk mempercepat jalannya suatu benda. Mesin uap untuk menggantikan tenaga kuda, motor bahan bakar untuk menghasilkan tenaga yang menggantikan mesin uap. Begitu juga roket persawat terbang, termasuk pesawat ulang-alik untuk mencapai bulan. Semua itu tidak disediakan alam begitu saja, tapi ketahuilah bahwa ciptaan Tuhan sudah sejak diciptakannya memakai teknologi yang baru diketemukan itu.

Teknologi Dari Alam
Setelah dipelajari lebih dalam, ternyata alam lebih sudah lengkap menyediakannya. Prinsip kerja daya dorong roket ternyata sudah dipakai lebih dulu oleh ubur-ubur. Ide dasar dalam pembakaran dua bahan kimia menjadi bahan bakar roket dalam satu ruang yang sama, ternyata juga digunakan oleh kumbang pembom Brachynus crepitans.

Di Jepang, sebuah kamar hotel supermurah yang dibangun khusus untuk ukuran tubuh manusia. Kondisi kamar itu diberi lampu untuk membaca dengan fasilitas pesawat TV pada dindingnya, tetapi kamar berbentuk sel-sel itu disusun bertingkat, sehingga sangat hemat ruang. Ini adalah suatu inovasi yang mengagumkan. Namun jangan salah, ternyata Tuhan telah menciptakan teknologi itu lebih dulu pada lebah. Sel yang dibangun pada kamar hotel tersebut dipakai juga oleh lebah yang pas untuk badan seekor lebah yang mau tidur.

Begitu juga simpul tali tambang untuk mengikatkan sesuatu. Sebuah kapal laut yang besar misalnya, semakin banyak lingkaran tali sebagai simpul pada tiang tambatan pada dermaga, makin makin kuat tali tersebut mengikat si kapal itu. Lain pula halnya dengan Liana, sejenis tanaman pemanjat yang banyak tumbuh di hutan belantara. Tanaman ini juga sudah lebih dulu menerapkan teknologi agar bisa kokoh tertambat pada batang pohon lain di sekitarnya. Semakin banyak melilitkan akarnya, maka semakin kokoh tanaman ini menahan tarikan atau hembusan angin.

Lain pula halnya dengan kabel telepon yang kita kenal berbentuk spiral dimana sejak tahun 40-an (di Amerika) telah dipakai untuk menggantikan kabel kuno yang gepeng itu, ternyata juga sudah digunakan oleh tanaman markisah Passiflora vividiflora untuk mengaitkan rantingnya pada tanaman di sekitarnya. Makdud tanaman ini berbuat demikian adalah karena tumbuhan ini di hutan belantara selalu diterpa angin, sehingga perlu fleksibilitas tinggi agar tidak putus bila sewaktu-waktu datang hembusan angin yang kuat.

Di bidang olahraga, misalnya lomba loncat galah di suatu arena atletik. Pemakaian galah kayu yang mampu menahan berat beban bobot orang dewasa sehingga mampu meloncati garis ketinggian tertentu, ternyata menggunakan teknologi daya pental batang kayu. Di alam, teori ini digunakan batang gandum untuk menahan berat beban setiap bulir buahnya. Berat batang gandum yang hanya 0,8 g, begitu juga galah tadi yang beratnya hanya 2 kg mendasari prinsip kerjanya yang sama. Bentuk pembuluh yang ada pada kedua bidang tersebut dapat menghemat bobot, begitu juga pada jaringan kayu yang tahan tarikan, sehingga membuat batang tersebut memiliki stabililtas yang luar biasa. Dan keduanya dapat memantulkan beban yang beberapa kali  lebih besar dari bobot sebenarnya.

Teori Kubah Geodetis dan Radar.
Dalam karya arsitek Richard Buckminster Fuller, menghasilkan sebuah karya yang menakjubkan. Dengan perhitungan matematis yang rumit, ia berhasil mengembangkan sebuah kubah geodetis. Prinsip kerja kubah ini tidak memerlukan batu semen lagi untuk membuatnya sebagaimana kubah kuno gedung kapitol Amerika atau gereja Santo Petrus di Roma. Teori yang dipakai menggunakan batangan-batangan besi yang saling dilekatkan satu dengan lainnya memakai sekrup. Kombinasi segi tiga atau segi enam yang dihasilkan batangan ini bisa menampung daya tekan kubah yang amat berat secara bersamaan dan meneruskannya secara merata ke tanah.

(sumber:artikel)

Bagaimana Cara Agar Kentut Tidak Bau ?

Kentut, sesuatu yang selalu hadir di keseharian kita. Kadang terdengar”nyaring”, kadang pelan, kadang berbau dan terkadang juga tanpa bau. Namun tahukah Anda apa kentut itu sebenarnya? Apa manfaatnya bagi tubuh dan orang yang menghirupnya? Baca terus artikel ini.

Bukan angin sembarang angin. Angin yang satu ini antara benci dan rindu. Benci bila ada orang yang mengeluarkannya. Rindu bila sudah seharian tidak merasakannya. Dan cemas, bila sudah dua minggu tidak mengeluarkannya. Namun yang jelas, semua orang pasti memerlukannya.

Sebenarnya kentut adalah jalinan proses pengeluaran gas yang berlebihan dari dalam usus melalui anus. Dan ini lebih sering terjadi saat menjelang buang air besar. Banyak faktor yang menentukan tingkat keseringan kentut seseorang. Salah satunya adalah dari pola makan yang biasa dilakukan dan juga pengaruh dari obat-obatan tertentu seperti antibiotik misalnya.

Seberapa normalkan kentut seseorang yang sehat? Secara rata-rata frekuensi kentut seseorang yang sehat sekitar 10 sampai 14 kali dalam sehari. Dan bila ditampung, volume angin yang diproduksi setiap kali kentut antara 400 sampai ­1.600 ml per hari.

Proses terjadinya Kentut
Kentut berawal dari proses pencernaan di dalam perut kita. Saat proses pencernaan dan penyerapan makanan terjadi dalam usus halus, makanan yang tidak bisa dicerna serta sulit diserap tubuh akan dibuang ke usus besar atau kolon. Nah, di dalam usus besar ini lah terjadi proses fermentasi yang antara lain menghasilkan sejumlah gas yang dibantu oleh sejumlah bakteri yang bermukin di usus.

Bila kita mengacu pada proses yang terjadi tersebut, bisa disimpulkan bahwa semakin banyak seseorang mengonsumsi jenis makanan yang sulit dicerna usus, maka semakin meningkat pula proses fermentasi yang dilakukan oleh bakteri. Akibatnya produksi gas pun meningkat. Jenis gas yang diproduksi dalam usus antara lain karbondioksida (CO2), hidrogen (H2) dan metan. Kendati ada pula sumber gas dalam usus yang berasal dari udara luar, seperti nitrogen (N2) dan oksigen (O2). Udara luar ini dapat ikut tertelan akibat aktivitas makan yang tidak benar. Yakni kebiasaan mengunyah permen karet, pemasangan gigi palsu yang kurang tepat, dan sebagainya.

Sumber Aroma Bau Kentut

Secara umum, tidak semua kentut mengeluarkan bau kurang sedap. Terjadinya bau yang kurang sedap saat kentut lebih sering diakibatkan oleh adanya proses pembusukan oleh metabolisme bakteri dalam usus besar seprti bau asam akibat mengonsumsi makanan yang tidak sesuai kemampuan organ pencernaannya. Selain itu, makanan berbau tajam seperti petai, durian nangka dan cempedak juga dapat menyebabkan kentut berbau.

Berdasarkan penelitian, kentut yang tidak berbau lazimnya terdiri atas 5 komponen gas, yakni gas nitrogen, oksigen, hidrogen, metan dan karbondioksida. Kelima gas inilah yang merupakan porsi terbesar dalam kentut. Nah, bila kentut yang berbau, biasanya ada tambahan gas-gas lain yang mengiringi seperti skatol, indol, hidrogen sulfida, dan asam lemak rantai pendek. Gas-gas ini walaupun terdapat dalam jumlah kecil mampu menimbulkan bau yang menusuk hidung.

Cara Agar Kentut Tidak Bau
Ada tips pribadi penulis yang bisa dishare disini seputar bagaimana cara agar kentut tidak berbau, yakni dengan buang air besar sesering mungkin. Sisa makanan yang terlalu lama terkurung di dalam usus besar yang sudah berbentuk kotoran, seperti halnya sampah tentu menghasilkan bau yang kurang sedap. Bila tinja ini cepat dibuang, maka usus besar akan cepat kosong dan gas yang ada di dalamnya pun cepat keluar. Namun bila tinja di dalam usus besar ini terlalu lama dipendam dan tidak juga dikeluarkan dalam waktu maksimal 18 jam, maka bau gas akan semakin menumpuk dan menyengat. Sehingga saat kita akan kentut, gas yang seharusnya keluar tidak berbau, akan diboncengi oleh bau kototan yang belum dibuang tadi. Hasilnya kentut akan bau.
Anda bisa uji coba pengalaman penulis ini. Coba Anda dalam sehari itu buang air besar minimal 2 kali sehari yakni pagi dan malan, niscaya kentut Anda tidak akan berbau. Namun coba pula untuk tidak buang air besar lebih dari sehari, apalagi ditambah sampai tiga hari…. wah, silahkan Anda bedakan hasilnya. Jangankan Anda, semut dan cicak yang ada di sekitar Anda pun akan cepat mengungsi dibuatnya, dikira wedhus gembel gunung Merapi tahap kedua

Memilih Tanaman untuk Meningkatkan Sumber Air

Jenis pohon apa yang Anda tanam di rumah? Apakah sekadar untuk menghijaukan dan menghias pekarangan, atau difungsikan sebagai penyerapan air? Pilihan pohon untuk ditanam di rumah sebaiknya juga disesuaikan dengan kondisi wilayah setempat. Faktor seperti tingkat curah hujan juga memengaruhi dalam memilih pohon yang tepat ditanam di halaman rumah.

Philip Mahalu dari lembaga penelitian internasional bidang kehutanan, Cifor, mengatakan prinsipnya menanam satu pohon saja di halaman rumah akan memberikan manfaat bagi rumah tangga. Terutama pada rumah tangga yang kerapkali mengalami masalah air, seperti kekurangan pasokan air karena minimnya daerah resapan yang berdampak pada keringnya sumber air.

“Sebaiknya sisakan lahan di rumah untuk menanam pohon karena dengan cara ini penyerapan air lebih maksimal, namun perhatikan juga jenis pohonnya,” paparnya dalam sesi sharing bersama orangtua dan pendamping delegasi Konferensi Anak Indonesia 2010, di Gedung Kompas Gramedia, Jalan Panjang Kebon Jeruk, beberapa waktu lalu.

Jika kekeringan menjadi sumber masalah di rumah, pilih pohon yang tingkat penyerapannya tinggi. Philip menyarankan sejumlah pohon yang bisa menjawab masalah ini:

* Bambu
Philip menjelaskan tanaman bambu menyerap 90 persen air hujan, 10 persennya menguap. Bayangkan jika pekarangan rumah Anda ditanamkan bambu, jumlah air yang menyerap ke tanah dan terserap ke sumber air akan berkelimpahan. Setelah dua tahun menanam bambu, kata Philip, debit air di sumur akan meningkat.

* Pohon jati
Bagi Anda yang memiliki halaman luas, pohon jati bisa menjadi sumber air yang berlimpah. Hal ini terbukti di Gunungkidul, Yogyakarta. Masalah kekeringan tak lagi dialami masyarakat yang tinggal di kawasan hutan sejak gerakan menanam pohon jati digalakkan beberapa tahun lalu.

Hebatnya, kata Philip, jika batang pohon jati dipotong, maka akan tumbuh tunas baru. Meski saat musim kering, pohon jati sedikit menipu, ia meranggas namun tetap menyerap air. Selain menyerap air, manfaat lain dari pohon jati di antaranya daun yang bisa digunakan untuk membungkus makanan.

* Rumput
Rumput akar wangi misalnya, bisa tumbuh di segala jenis tanah, kata Philip. Hebatnya rumput setinggi 1-1,5 meter ini memiliki akar tiga meter yang memiliki daya serap tinggi. Rasanya tak sulit menyisakan lahan di rumah untuk menanam rumput untuk mengingkatkan debit air di rumah.

Philip menyebutkan sejumlah tanaman lain yang berfungsi pengikat air atau pencegah erosi di antaranya, beringin, bisbul (sejenis kesemek), rambutan, nangka, manggis, dan matoa (tanaman asal Papua semacam pohon rambutan). Namun sejumlah pohon memang lebih tepat ditanam dalam lahan umum yang lebih besar, seperti beringin. Rasanya tak mungkin menanam beringin di area rumah yang terbatas lahannya, bukan?

Nah, tanaman pohon yang tepat ditanam di kawasan bercurah hujan tinggi, di antaranya pinus, cemara, kelapa sawit, ekaliptus (kayu putih), dan lamtoro.

“Tanaman ini memiliki tingkat penguapan yang tinggi seperti ini cocok ditanam pada kawasan bercurah hujan tinggi,” jelas Philip.

Jadi, jika masih mengalami kekeringan di rumah Anda, segera sediakan lahan, tanam pohon dengan penyerapan tinggi.

(sumber:kompas)